Connect with us

Olahraga

Diundur Sebulan, Persik Meradang

Diterbitkan

||

Memontum KediriPersik Kediri menyikapi serius penundaan digulirkannya kompetisi lanjutan Liga 1 yang telah diumumkan Ketum PSSI Mochamad Iriawan. Pengunduran selama sebulan, membuat manajemen kecewa dengan ketidakjelasan status Liga 1.

Sebagaimana diketahui, sesuai jadwal yang sudah dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), skuad Macan Putih akan menghadapi laga tandang melawan PSS Sleman, pada Kamis (1/10) besok. Namun, karena adanya pengunduran jadwal, rencana keberangkatan tim yang dijadwalkan siang ini ke Jogja, pun menjadi batal.

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, mengungkapkan kalau klub sangat dirugikan dengan penundaan kompetisi. Dengan alasan, keuangan tim sudah tertata dengan baik. Namun, karena adanya penundaan, semua menjadi kacau.

“Keuangan klub, sekarang harus ditata ulang lagi setelah ada penundaan. Kalau ke depan seperti ini terus, semua klub bisa bangkrut,” ujar Hakim.

Dia menambahkan, kerugian lain yang harus dialami club akibat penundaan, juga terkait dengan sponsorship. Pasalnya, ada dua sponsor besar yang batal merapat. “Ini jelas merugikan kami di klub,” katanya.

Yang jelas, penundaan tersebut juga bakal mengganggu mental dan konsentrasi pemain. Untuk sementara, manajemen akan berkoordinasi dengan tim pelatih soal program latihan yang diberikan kepada pemain dalam waktu dekat.

“Mulai dari pelatih hingga pemain, pastinya sudah konsentrasi dengan rencana tandang di Jogja. Namun, dengan adanya penundaan ini, konsentrasi semuanya buyar. Tentu saja, ini sangat berdampak kepada seluruh pemain kami. Apalagi, ini merupakan laga perdana,” tambahnya.

Mensikapi ketidak pastian laga, Hakim mengatakan, klub masih menunggu keputusan resmi dari PSSI. Apakah menunda liga atau membatalkan kompetisi musim ini. “Kami akan bersikap, setelah ada keputusan resmi dari PSSI,” tegasnya. (kdr1/sit)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler