Kediri
Hadiri Gempita Kemerdekaan, Mas Dhito Disambut Tangis Bahagia Warga Kediri

Memontum Kediri – Kemunculan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menyapa warganya di lokasi parade barong, tumpeng hasil bumi dan egrang kreasi, disambut antusias warga, Selasa (23/08/2022) tadi. Warga pun saling berebut, untuk bisa mendekat dan berjabat tangan dengan sosok bupati muda itu. Bahkan tidak cukup berjabat tangan, kebanyakan warga juga meminta untuk berswafoto.
Mas Dhito-panggilan akrab Bupati Kediri, itu dengan sabar melayani warganya yang sudah cukup lama menanti untuk mengajak berswafoto. Diantara warga yang berebut untuk bisa mendekat, ada Karsiah, yang dari jauh sudah berlarian dan langsung menjabat tangan Mas Dhito. Dengan gembira, Karsiah meluapkan kebahagiannya.
“Ya Allah, Gusti. Ada Mas Dhito. Ya Allah,” teriak Karsiah.
Tidak cukup berjabat tangan, Karsiah pun memeluk tubuh Mas Dhito. Dia mengaku sudah cukup lama memimpikan dapat bertemu langsung orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kediri itu.
“Alhamdulillah, Ibu dari mana. Sehat nggeh?,” tanya Mas Dhito.
Baca Juga:
- Mas Dhito Berangkatkan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri dari Kawasan Simpang Lima Gumul
- Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Hulu, Mas Dhito Usulkan Pembangunan 2 TPST di Kediri
- Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum Sri Aji Jayabaya
- Tingkatkan Kapasitas Kader Srikandi Biru, Ketua TP PKK Kediri Minta Jangan Sampai Anak Diasuh Gadget
- Tasyakuran Sederhana di Hari Jadi Kabupaten Kediri, Ini Harapan Mas Dhito
Mendapat pertanyaan itu, Karsiah pun spontan langsung menerangkan kalau dirinya dari Gogorate. “Dari Gogorate. Guanteng,” jawab Karsiah secara spontan dengan terus menepuk tubuh Mas Dhito.
Saking bahagianya, wanita berjilbab cokelat itu pun terlihat gemetar dengan raut wajah yang memerah serta ingin meneteskan air mata. Karsiah bangga bisa berhadapan dan memeluk langsung Mas Dhito.
“Saya senang sekali mempunyai bupati seperti ini. Saya terharu bisa ketemu langsung. Memimpi-mimpikan sejak lama,” ucap Karsiah dengan terengah-engah usai meluapkan kebahagiaannya.
Mas Dhito memang dikenal sosok bupati yang dekat dengan warganya. Bahkan, setiap kegiatan yang memungkinkan bertemu langsung warga, selalu saja ada momen foto bersama.
Dari kedekatannya itu, Mas Dhito mengetahui selama pandemi warganya cukup lama merindukan hiburan. Tak heran di perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Kediri membuat event bertajuk Gempita Kemerdekaan selama dua pekan, mulai 15 hingga 28 Agustus.
Tiga parade yang diadakan sejak siang itu, pun dikemas dalam satu acara. Sebagai perlambang usia kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77, baik itu, barong, tumpeng hasil bumi, maupun egrang kreasi yang tampil berjumlah 77.
Mas Dhito benar-benar ingin memanjakan warganya dengan hiburan. Mas Dhito berharap, kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri itu bisa membuat warganya bahagia.
“Harapan saya, di 77 tahun Indonesia merdeka ini, masyarakat Kabupaten Kediri selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan,” ucapnya.
Tidak berhenti di perayaan kemerdekaan. Sejumlah kegiatan telah direncanakan sejak kini. Bahkan, dirinya berencana akan kembali menggelar parade sewu barong yang telah lama vakum akibat pandemi.
Rencananya sewu barong tersebut akan digelar saat HUT Kabupaten Kediri, Maret 2023 mendatang. (kom/pan/sit)

Kediri10 bulanMelalui Lukisan, Siswa MTs Negeri di Kediri Bisa Komunikasi dan Ngobrol di Ruang Kerja Bupati
Kediri10 bulanMomen Bupati Kediri bersama Ketua TP PKK Terima Tamu Istimewa
Kediri11 bulanPemkab Kediri bersama DPRD Sepakati Bersama Raperda Perubahan APBD 2025
Kediri10 bulanKirab Merah Putih di Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Nasionalisme
Kediri10 bulanUpacara HUT RI, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Spirit Perjuangan Pahlawan
Kediri10 bulanResmikan Gedung Baru RSKK, Mas Dhito Minta Diimbangi SDM Melayani dan Jadi Rujukan
Kediri9 bulanKantor Pemerintahan Kabupaten Kediri Lumpuh dan Bupati Tetap Minta Pelayanan Publik Tetap Jalan
Kediri9 bulanBupati Kediri Lakukan Peletakan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Sempat Dijarah dari Museum















