Kediri
Sosialisasi Pencegahan KDRT, Ketua TP PKK Kediri Minta Korban untuk Berani Melapor

Memontum Kediri – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tanpa disadari terkadang sering terjadi di sekitar kita. Namun, korban tidak berani bercerita bahkan melapor ke polisi.
Untuk yang mengetahui ataupun mengalami tindak kekerasan ini, sebaiknya harus lebih berani mengungkapkan dan berani melaporkan. Sejumlah pesan itu, disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, dalam sosialisasi pencegahan KDRT bagi kader PKK se-Kabupaten Kediri yang diadakan secara daring maupun luring, Jumat (21/10/2022) tadi.
Dijelaskan Mbak Cicha-panggilan akrab Ketua TP PKK Kediri, KDRT dimaknai sebagai kekerasan terhadap perempuan oleh anggota keluarga yang memiliki hubungan darah atau yang bekerja dan menetap di dalam rumah tangga. Pun begitu, menurut istri Bupati Hanindhito Himawan Pramana itu, tidak menutup kemungkinan KDRT dilakukan perempuan terhadap anggota keluarganya.
“Terkadang, kekerasan dianggap mampu menyelesaikan tekanan batin seseorang. Padahal, sama sekali tidak dan kekerasan malah justru akan menimbulkan permasalahan baru yang tidak kunjung selesai,” tuturnya.
Ditambahkannya, ada banyak jenis KDRT, seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, penelantaran maupun kekerasan psikis seperti berucap kasar, termasuk membanding-bandingkan. “Ibu-ibu yang suka membanding-bandingkan keluarganya dengan tetangga yang lebih hijau, ternyata hal tersebut termasuk kekerasan psikis ya Bu,” jelas Mbak Cicha, pada peserta yang merupakan ibu-ibu PKK itu.
Mbak Cicha membeberkan, berdasarkan data kepolisian, sepanjang tahun 2022, Polres Kediri telah melaporkan terjadi 18 kasus KDRT. Sedangkan Polres Kediri Kota melaporkan telah terjadi 6 kasus KDRT di wilayah Kabupaten Kediri.
Baca juga :
- Mas Dhito Berangkatkan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri dari Kawasan Simpang Lima Gumul
- Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Hulu, Mas Dhito Usulkan Pembangunan 2 TPST di Kediri
- Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum Sri Aji Jayabaya
- Tingkatkan Kapasitas Kader Srikandi Biru, Ketua TP PKK Kediri Minta Jangan Sampai Anak Diasuh Gadget
- Tasyakuran Sederhana di Hari Jadi Kabupaten Kediri, Ini Harapan Mas Dhito
“Angka tersebut jumlahnya mungkin lebih besar lagi, pasti banyak sekali perempuan perempuan yang tidak berani mengungkapkan yang terjadi pada dirinya karena mereka takut nanti setelah kejadian akan gimana lagi,” bebernya.
Ketakutan untuk tidak berani mengungkapkan tindak kekerasan yang dialami, ujarnya, bahkan melaporkan ke kepolisian, itu bukan tanpa alasan. Salah satunya, karena ketakutan yang akan terjadi akan nasibnya lantaran mereka terlalu menggantungkan pada pasangannya.
Mbak Cicha melihat, bahwa kekerasan disebabkan karena perilaku yang tidak mampu mengendalikan diri, serta memiliki dorongan kekecewaan yang mendorong untuk melampiaskan kepada orang yang lebih lemah. Untuk itu m, diperlukan jiwa yang benar-benar matang. Jiwa yang matang itu, menurut Mbak Cicha merupakan kematangan dalam berfikir, emosional sehingga mampu memunculkan manusia yang lebih berkarakter dengan kematangan mental serta bermartabat secara moral.
“Dengan jiwa yang matang saat mengalami problematika, kelak seseorang akan mampu menghasilkan penyelesaian masalah yang lebih sehat lagi,” terangnya.
Sementara itu, Neni Sulistyaningrum, dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota, yang menjadi salah satu pemateri menerangkan, UU RI Nomor 23/2004 tentang penghapusan KDRT merupakan jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya KDRT, menindak pelaku dan melindungi korban.
Adapun yang dimaksud pelindung dalam UU itu, adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan atau pihak lain. Baik sementara, maupun berdasar penetapan pengadilan.
“Kader PKK juga bisa masuk sini (pihak lain baik sementara). Jadi, tugas kita semua untuk melakukan perlindungan terhadap korban KDRT,” terangnya.(kom/pan/sit)

Kediri10 bulanMelalui Lukisan, Siswa MTs Negeri di Kediri Bisa Komunikasi dan Ngobrol di Ruang Kerja Bupati
Kediri10 bulanMomen Bupati Kediri bersama Ketua TP PKK Terima Tamu Istimewa
Kediri11 bulanPemkab Kediri bersama DPRD Sepakati Bersama Raperda Perubahan APBD 2025
Kediri10 bulanKirab Merah Putih di Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Nasionalisme
Kediri10 bulanUpacara HUT RI, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Spirit Perjuangan Pahlawan
Kediri10 bulanResmikan Gedung Baru RSKK, Mas Dhito Minta Diimbangi SDM Melayani dan Jadi Rujukan
Kediri9 bulanKantor Pemerintahan Kabupaten Kediri Lumpuh dan Bupati Tetap Minta Pelayanan Publik Tetap Jalan
Kediri9 bulanBupati Kediri Lakukan Peletakan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Sempat Dijarah dari Museum















