Kediri

Istighosah dan Doa Bersama di Masjid Agung An-Nur, Mas Dhito Sampaikan Rencana Pembangunan

Diterbitkan

-

Memontum Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menghadiri acara Istighosah dan Doa Bersama Kemerdekaan RI Ke-78 di Masjid Agung An-Nur Kecamatan Pare, dengan menghadirkan mubaligh sekaligus Pengasuh Ponpes Ploso, KH Muhammad Abdurrahman al-Kautsar atau Gus Kautsar, Rabu (30/08/2023) tadi. Selain Mas Dhito-sapaan bupati, juga hadir jajaran Forkopimda hingga Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kediri, KH Abdul Nasir Badrus. 

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito menyampaikan niatan untuk melakukan renovasi Masjid Agung An-Nur di tahun 2024. Niatan itu, disampaikannya langsung kepada jamaah yang hadir.

“Saya mau tanya, kira-kira kalau tahun depan Masjid Agung kabupaten ini didandani sing apik, jenengan purun mboten? (Dibenahi jadi bagus, mau atau tidak?),” tanya Mas Dhito yang langsung disambut aplus jamaah.

Mas Dhito menceritakan niatannya itu, karena saat tadi akan naik ke Lantai II tempat acara Istighosah dan Doa Bersama, salah satu jalan yang harus dilewati adalah lorong tangga memutar. Kemudian begitu naik tangga, lorongnya gelap dan kondisi keramiknya sudah tidak bagus. Belum lagi halaman sekitar masjid, yang terlihat gelap ketika malam hari.

Advertisement

“Jadi sekarang kabupaten ini bangun tol, bangun bandara, bangun stadion, bangun jembatan. Yen masjid Agung e nggak dibangun, kualat nanti saya” ucap Mas Dhito.

Masih menurut Mas Dhito, rencana pembangunan Masjid Agung An Nur, itu telah disampaikan kepada jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri. Sehingga, pihaknya meminta pada 2024 mendatang, Masjid Agung An-Nur Pare bisa sudah selesai dibenahi.

Mas Dhito juga menyinggung, mengenai program pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Kediri. Aduan terkait jalan rusak kepada bupati, diakuinya selalu muncul.

Sebagaimana diketahui, perbaikan jalan rusak menjadi kewenangan pemerintah sesuai kewenangannya. Baik itu jalan desa, kabupaten, provinsi maupun jalan nasional. Pun begitu, terkait pembangunan infrastruktur jalan terutama yang ada di desa-desa, pihaknya menyampaikan satu desa mengusulkan satu jalan pada 2024 mendatang. Dengan pola itu, kerusakan jalan yang ada di desa-desa berangsur baik.

Advertisement

Baca juga :

“Jangan sampai, nanti bandara kalau sudah jadi, jalan tol sudah jadi, orang masuk ke desa tetapi jalanya gronjal-gronjal,” bebernya.

Terlepas dari rencana pembangunan Masjid Agung An Nur dan pembangunan infrastruktur jalan, pada peringatan Kemerdekaan Ke-78, Mas Dhito berpesan supaya masyarakat Kabupaten Kediri, untuk tetap guyub rukun dan menjaga semangat persatuan.

Sementara itu, Gus Kautsar dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa untuk mengisi kemerdekaan bukan hanya tanggung jawab para pejabat. Melainkan, seluruh elemen masyarakat yang diwujudkan dengan karya kongkrit.

Advertisement

“Semoga kabupaten mundak tertib, mundak baik. Itu semua tidak akan berjalan baik kalau seperti pesan Masbup kita tidak guyub rukun,” urainya.

Menanggapi rencana bupati yang akan membangun Masjid Agung An Nur, mubaligh ternama itu justru menyarankan supaya Mas Dhito, bisa fokus membangun sarana umum. Sedang pembangunan Masjid Agung An Nur, diyakini akan ada yang menangani.

“Pondok pesantren paling gede sak Indonesia iku manggone neng Kediri. Wong NU kudune paling akeh yo neng Kediri, dadi yen Masjid e An Nur ura dadi yo aneh,” ucap Gus Kautsar.

Dihadapan jamaah, kembali Gus Kautsar menyarankan bupati supaya fokus membangun sarana umum, seperti jalan, penerangan jalan. Sedang untuk pembangunan Masjid An Nur, nantinya supaya diurusi para kyai beserta jamaah.

Advertisement

Gus Kautsar mencontohkan, saat kepemimpinan Presiden Pertama, Ir Sukarno. Sebagaimana diketahui pada masa itu, dibangun Monas dan Masjid Istiqlal yang hampir bersamaan.

Namun dalam perjalanannya, karena saat itu terkendala dana, prioritas dilanjutkan pembangunan Monas. Namun pada kenyataannya, Masjid Istiqlal tetap jadi. “Kita ingat dahulu ketika Bung Karno dulu tidak menyelesaikan Masjid Istiqlal. Pada kenyataannya, dadi nggak Masjid Istiqlal? dadi,” tegasnya. (kom/pan/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas