Kediri
Mas Dhito Fasilitasi Kepemilikan Drone untuk Dukung Pengelolaan Kawasan Agropolitan Bagi Petani Milenial Kediri

Memontum Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) bekerjasama dengan Hasana Drone, melakukan peluncuran program kepemilikan drone untuk petani milenial. Program ini digelar, seiring dengan harapan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang selama ini menggelorakan smart farming untuk mendukung pengelolaan kawasan agropolitan di Kabupaten Kediri.
Melalui manajemen pertanian menggunakan teknologi modern, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, diharapkan dapat menyemangati kalangan petani milenial. “Saya rasa ini program yang sangat bagus untuk membangkitkan semangat teman-teman petani milenial,” tegas Mas Dhito, Kamis (17/11/2022) tadi.
Secara detail, Pelaksana Tugas Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menyampaikan bahwa dalam program itu akan dicari dua orang petani millenial sebagai operator drone melalui proses seleksi. Mereka yang nantinya lolos seleksi, akan melakukan kontrak kerja dengan Hasana Drone selama setahun. Dimana nantinya, tiap orang diberi target melakukan penyemprotan 2000 hektar lahan.
Baca juga:
- Mas Dhito Berangkatkan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri dari Kawasan Simpang Lima Gumul
- Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Hulu, Mas Dhito Usulkan Pembangunan 2 TPST di Kediri
- Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum Sri Aji Jayabaya
- Tingkatkan Kapasitas Kader Srikandi Biru, Ketua TP PKK Kediri Minta Jangan Sampai Anak Diasuh Gadget
- Tasyakuran Sederhana di Hari Jadi Kabupaten Kediri, Ini Harapan Mas Dhito
“Setiap bulannya, operator tersebut akan diberikan gaji. Selanjutnya, begitu target telah tercapai, maka drone akan menjadi milik yang bersangkutan,” ungkapnya.
Bagi petani yang akan menggunakan jasa penyemprotan, tambahnya, maka petani bisa menggunakan drone dengan dikenakan biaya Rp 175 ribu untuk luas lahan 1 hektare. Biaya itu, dinilai jauh lebih murah dibandingkan penyemprotan secara manual menggunakan tangki.
Kemudian, lanjutnya, dari segi waktu untuk penyemprotan menggunakan drone, akan jauh lebih efektif dan cepat. Karena setiap 1 hektare lahan, nantinya hanya membutuhkan waktu 10 menit. Selain efisien dari waktu dan biaya, penyemprotan menggunakan drone itu dinilai efektif dalam pengendalian hama.
“Menggunakan drone ini juga bisa digunakan untuk gerakan pengendalian hama secara serentak. Karena, lahan yang bisa terjangkau lebih luas,” terangnya. (kom/pan/sit)

Kediri10 bulanMelalui Lukisan, Siswa MTs Negeri di Kediri Bisa Komunikasi dan Ngobrol di Ruang Kerja Bupati
Kediri10 bulanMomen Bupati Kediri bersama Ketua TP PKK Terima Tamu Istimewa
Kediri11 bulanPemkab Kediri bersama DPRD Sepakati Bersama Raperda Perubahan APBD 2025
Kediri10 bulanKirab Merah Putih di Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Nasionalisme
Kediri10 bulanUpacara HUT RI, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Spirit Perjuangan Pahlawan
Kediri10 bulanResmikan Gedung Baru RSKK, Mas Dhito Minta Diimbangi SDM Melayani dan Jadi Rujukan
Kediri9 bulanKantor Pemerintahan Kabupaten Kediri Lumpuh dan Bupati Tetap Minta Pelayanan Publik Tetap Jalan
Kediri9 bulanBupati Kediri Lakukan Peletakan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Sempat Dijarah dari Museum















